Senin, 06 Februari 2012

RAB (Rencana Anggaran Biaya)


RAB

Secara mutlak sebuah organisasi memerlukan RAB yang seimbang, dimana biaya-biaya yang ada dapat tertutupi oleh sejumlah sumberdaya. Hal ini membatasi
ketergantungan pada satu sumber saja dan memastikan organisasi dapat tetap
beroperasi jika salah satu atau lebih sumber keuangan Anda sudah berhenti.
Untuk menjadikan RAB sebagai salah satu bagian terpenting dari usaha pengumpulan
dana Anda, dalam uraian ini kami telah menyatukan saran-saran dan informasi yang
berbeda tentang bagaimana membuat RAB untuk proposal proyek Anda. Dalam bab VI nanti kita akan lebih jauh lagi tentang manajemen keuangan organisasi Anda.
RAB bisa jadi merupakan bagian sangat sulit dalam pembuatan proposal. Ingatlah
bahwa setiap kegiatan dan masukan harus mempunyai tempat dalam RAB Anda, dan

1.  Aturan umum dalam menyusun RAB
Sebuah RAB mempunyai dua bagian: “pengeluaran” dan “pemasukan”.

a.  Pemasukan (income)
Banyak orang yang lupa untuk menyebutkan bagian ini. Hal ini penting untuk
menunjukkan sumberdaya lain yang mana yang tersedia untuk membiayai proyek Anda. Para donatur lebih bersedia untuk mendanai proyek yang dananya sudah sebagian tersedia. Juga kontribusi sukarela – seperti penggunaan fasilitas komputer kantor – dapat disebutkan dalam RAB. Sebagai contoh, jika Anda ingin membuat sebuah publikasi, Anda seharusnya juga menyatakan pemasukan yang diharapkan dari penjualan. Mungkin jika Anda menginvestasikan sebagian uang organisasi untuk memulai proyek atau Anda telah tahu pasti akan menerima sebagian dari RAB dari sumber donatur lain.

b.  Pengeluaran (expenses)
Pertama buatlah daftar pengeluaran dengan sangat mendetail untuk Anda gunakan sendiri. Kemudian pisah-pisahkan menjadi item-item yang berbeda yang sebaik mungkin agar jelas bagi donatur, seperti: gaji, biaya sewa, material, transportasi, komunikasi, peralatan, pelatihan, publikasi, dll. Penghitungan yang lebih detail harus ada jika donatur memintanya. Biasanya kita juga harus memasukkan biaya bergerak (running cost) dalam proposal proyek. Merencanakan sebuah RAB untuk jangka waktu pendek, menengah atau panjang melibatkan perkiraan biaya yang organisasi Anda akan keluarkan selama periode tertentu. Pembiayaan yang layak untuk setiap pos pengeluaran kemudian ditentukan. Tidak hanya sumber keuangannya yang darus diidentifikasi, tipe pembiayaan perlu juga disesuaikan dengan kegiatan dan situasi finansial organisasi Anda. Biaya-biaya harus nyata dan disusun sepraktis mungkin. Jika Anda memasukkan sebuah komputer dalam RAB Anda, misalnya, pertama periksa harganya untuk menentukan kisaran harganya. Pastikan juga untuk memasukkan biaya-biaya yang kurang jelas jumlahnya, seperti biaya administrasi (sewa, dan tenaga staf, dll), asuransi, pengawasan RAB, pelaporan, dan evaluasi. Semua kegiatan itu membutuhkan waktu dan uang. Tetapi jangan menyusun RAB terlalu pas. Proyek tidak pernah berjalan persis seperti yang direncanakan. Jadi, simpan ruangan tertentu untuk biaya tak terduga (miscellanous costs) yang biasanya berkisar 5 – 10% dari total RAB. Ketika segalanya menjadi berbeda dari yang diharapkan, informasikan pada donatur Anda. Jika proyek masih cukup sesuai dengan hasil yang diharapkan, donatur biasanya tidak keberatan jika ada sedikit perbedaan angka dalam RAB Anda, selama jumlah total uang tidak meningkat. Mintalah kebutuhan Anda, tidak berlebihan dan tentu saja tidak kurang.